Nih lirik laguasyik dr Magic Rude
"Rude"
Saturday morning jumped out of bed
And put on my best suit
Got in my car and raced like a jet
All the way to you
Knocked on your door with heart in my hand
To ask you a question
'Cause I know that you're an old-fashioned man,
yeah
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I
die
Tough luck, my friend, but the answer is 'No'
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
Yeah, no matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
I hate to do this, you leave no choice
Can't live without her
Love me or hate me we will be boys
Standing at that altar
Or we will run away
To another galaxy, you know
You know she's in love with me
She will go anywhere I go
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I
die
Tough luck, my friend, 'cause the answer's still
'No"
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
No matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
Rude
Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say, I'll never get your blessing 'til the day I
die
Tough luck, my friend, but 'No' still means 'No'!
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
No matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so
Rude
Why you gotta be so
Rude
Why you gotta be so rude?
Jumat, 31 Oktober 2014
Magic rude lyric
Rabu, 21 Agustus 2013
My
name’s Tony, kini aku menginjak usia remaja 17tahun, dimana pada masa itu
kenakalan adalah hal yang tersulit untuk kuhindari. Aku sadar atas tingkahku,
namun nafsulah yang menjadi majikanku.
Dimulai saat aku makan malam bersama
kaluargaku, cara makanku seperti tak memiliki adab, aku makan dengan rakus
meski aku tau ayahku melihatku dengan tatapan sedih tak senang. Kehidupan
malamku juga dimulai, saat siang teman-temanku yang kutau mereka lebih buruk
dariku menjemputku untuk mengajakku bersenang-sennang seolah itulah hal yang
paling nyata didunia ini. Ayahku semakin hari ssemakin terluka dengan sikapku,
aku selalu mengabaikanya, yang kutau dalam fikiranku saat itu, aku membencinya
dan tak membutuhkan ia hadir dihidupku.
Tingkahku semakin menjadi, tengah
malam aku baru pulang ke rumah, meski ayahku terus mearahiku aku membela diriku
dengan perkataan tajam yang lebih tajam dari sebilah samurai. Entah berapa kali
aku melukai perasaanya. Malam saat itu, ia benar-benar marah denganku yang baru
pulang tengah malam dan hanya duduk diam menyantap nasi yang disiapkan oleh
ibu.
Pertengkaran sekian kali terjadi lagi namun
ayahku benr-benar ingin menyadarkan ku atas kelakuan burukku, entah apa setan
yang merasukiku, aku memilih pergi dari rumah, tak ada yang bisa menghentiakan
keputusanku sekaliapun ibu berteriak memanggila namaku dan memohon berualang
kali agar aku jangan pergi.
Aku menjadi pekerja di sebuah
konstruksi bangunan, aku tinggal bersama teman-temanku dan memiliki kehidupan
yang tadinya aku impikan. Aku tak pernah kembali ke rumah, tak sedikitpun aku
merindukan rumahkala itu. Saat aku bekerja pada lantai atas gedung, kejadian
naasyang tak bisa kuhindari menimpaku, tali pengangaman yang kugunakan tidak
kupasang dengan baik, aku begitu ceroboh. Tubuhku jatuh dari ketinggian lantai
7 gedung itu, yang kuliahat semua orang panic dan lari berhamburan
menghampiriku. Dan pandanganku gelap.
Hidupku sepenuhnya hancur, setelah
kecelakaan itu terjadi kini aku hanya bisa diam duduk dikursi rodaku. Ibu dan
keluargaku membawaku kembali kerumah. Yang kulakuakan setiap hari hanya melihat
jendela dan merenungi nasib yang menimpaku, tubuhku lumpuh saraf-sarafku sulit
untuk berfungsi kembalai, jalan saja aku tak mampu. Ibu sangat terpukul atas
apa yang terjadi padaku, tapi ternyata ayahku lebih terpukul, ia menangis
melihatku menjadi seperti boneka yang diam saja tanpa semangat untuk hidup,
setiap hari aku menolak makanan yang ibu ambiilkan untukku. Hatiku hancur.
Kala itu sore hari aku sedang
berbaring di tempat tidurku, tiba-tiba ayah datang dan menggendongku keluar tanpa
berkata apa-apa, aku bertanya terus mengapa ia membawaku keluar, ia menaruh
kedua tanganku di bahu belakanganya dan ia terus menyemangatiku agar aku mau
belajar berjalan kembali. Padahal tubuhku lebih besar deri ayah, tubuh kecil
dan tuanya seoalah tak keberatan untuk merangkulku dan mengajariku. Setiap hari
ia lakukan itu padaku, hatiku hancur krmbali, bagaimana bisa bertahun-tahun
menyayat hatinya yang begitu lembut padaku.
Aku bisa berjalan kembali!! Meski
terbata-bata namun ini aku bisa menuju meja makan dengan kakiku sendiri. Ayah
begitu bahagia melihatku bahakan bahagiaku tak cukup untuk menggambarkan rasa
bahagianya. Ia ayah terhebat yan kumiliki. Saat aku kecil ia mengajariku
berjalan, dan saat aku dewasa kini ia kembali mengajariku berjalan. Cinta
nyatanya begitu ada dihatiku. Aku berlari meski sulit, aku menggapai tubuhnya
dan memeluknya dengan erat. Aku menyesali semua yang kulakukan padanya, aku
benar-benar menyesalinya. Tak sepantasnya aku melukai pahlawanku. Ayah, maafkan
aku, aku mencintaimu.
Senin, 19 Agustus 2013
TAK SENDIRI LAGI
HATI YANG TAK SENDIRI LAGI
Aku mncintainya, namun ia begitu tak peduli padaku
Meski dada ini selalu sesak bila mengingatnya
Aku mencoba tegar, dank u yakin cinta yang menyesakkan ini akan indah pada waktunya
Hingga dia akan menengok ke arahku dan akan mengatakan bahwa ia merindukanku.
Oh cinta, kini aku mengerti betapa sakit bila terluka, aku tak tau harus berbuaat apa untkmu. Hanya ku harap kau tau isi hatiku bahwa aku rela merasakan semua lukamu asal kau bahagia.
saat akau berpapasan denganmu, kau tau dunia ini berjalan seperti tidak biasa, serasa lebih lambat dan menyenangkan. Aku tersenyum
saat kau menyebut namaku ingin rasanya aku merekamnya dan akan kujadikan rington hapeku, haha konyol bukan?
Namun inilah cinta, segalanya penuh ke-alay-an
Geli aku terhadap diriku sendiri.
Tapi semua yg kutulis ini lama tidak aku rasakan, waktu yg berhasil menghapusmu dari pikiranku.
Sekali lagi
terima kasih cinta, aku pernah merasakan indahnya. Kini aku ingin mengejar
cintaku yang sesungguhnya. Cinta pada penciptaku. Yang cinta ini takkan bisa
terkalahkan oleh apapun. :)
Minggu, 18 Agustus 2013
Que sera sera
Que Sera Sera
lyric
When I was just a little girl,
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?"
Here's what she said to me:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?"
Here's what she said to me:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."
When I was just a child in school,
I asked my teacher, "What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?"
This was her wise reply:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."
I asked my teacher, "What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?"
This was her wise reply:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."
When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, "What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?"
Here's what my sweetheart said:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."
I asked my sweetheart, "What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?"
Here's what my sweetheart said:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."
Langganan:
Postingan (Atom)
